NU Online LTN NU Trimurjo
Trending Now:  KH Abbas Layak Menjadi Pahlawan Nasional, Prof. KH Asep S. Chalim: Kami Himpun Para Sarjan...  Gus Dur dengan Misi Njajah Negara Milang Lintangnya  Keunggulan Metodologi Imam Bukhari Dalam Menyaring Hadis Sahih
UPZIS-NU Trimurjo

UPZISNU Bantu Donasi Luckiyan Mawadda, Anak Yatim Yang Harus Keluarkan Biaya Perawatan Sendiri Setelah Kecelakaan

by Admin - 25 December
UPZISNU Bantu Donasi Luckiyan Mawadda, Anak Yatim Yang Harus Keluarkan Biaya Perawatan Sendiri Setelah Kecelakaan

NU Trimurjo — Tiga bersaudara anak yatim yang tinggal sementara di TPA Masjid Al Istiqomah, Jokarto, Kelurahan Adipuro Kecamatan Trimurjo, menghadapi kondisi sulit setelah kakak tertua mereka, Luckiyan Mawadda, mengalami kecelakaan serius. Cedera berat pada kaki kiri mengharuskan Luckiyan menjalani operasi dengan pemasangan pen dan perawatan lanjutan secara intensif.

Pasca operasi, luka pada kaki kiri Luckiyan harus dirawat setiap dua hari sekali oleh tenaga medis. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga tidak mampu menanggung biaya perawat dan perlengkapan medis secara mandiri. Tanpa perawatan rutin, risiko infeksi dan gangguan pemulihan menjadi sangat besar.

‎Kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi kasa steril, perban elastis, cairan antiseptik, cairan NACL, serta alat bantu seperti kruk dan kursi BAB lipat. Seluruh perlengkapan tersebut menjadi syarat utama agar perawatan berjalan aman dan sesuai standar medis.


Merespons kondisi tersebut, sejumlah lembaga sosial dan pihak dermawan menghimpun bantuan. Dari proses penggalangan dana, terkumpul Rp1.550.000. Dana sebesar Rp926.000 digunakan untuk pengadaan perlengkapan perawatan medis, sedangkan Rp625.000 dialokasikan untuk membantu biaya perawat atau tim medis yang melakukan perawatan rutin.

‎Penyaluran bantuan telah dilakukan dan disaksikan oleh Ketua RT setempat sebagai bentuk transparansi. Bantuan diterima langsung oleh keluarga penerima manfaat dan digunakan sesuai kebutuhan lapangan.

‎Bantuan ini diharapkan dapat memastikan proses perawatan Luckiyan Mawadda berjalan optimal dan mencegah risiko komplikasi. Di saat yang sama, perhatian terhadap kondisi dua adiknya tetap menjadi bagian penting agar mereka tidak terabaikan di tengah keterbatasan.


Aksi ini menegaskan bahwa kepedulian sosial masih menjadi penopang utama bagi keluarga rentan yang menghadapi musibah, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan nyata, bukan sekadar simpati.

Share:
Pembaca 0
Facebook Twitter Email Whatsapp