NU Online LTN NU Trimurjo
Trending Now:  KH Abbas Layak Menjadi Pahlawan Nasional, Prof. KH Asep S. Chalim: Kami Himpun Para Sarjan...  Gus Dur dengan Misi Njajah Negara Milang Lintangnya  Keunggulan Metodologi Imam Bukhari Dalam Menyaring Hadis Sahih
Dokumentasi

Pra Harlah Media Pondok Lampung 2026, Satukan Gagasan dan Bangkitkan Media Santri di Trimurjo

by Admin - 15 May
Pra Harlah Media Pondok Lampung 2026, Satukan Gagasan dan Bangkitkan Media Santri di Trimurjo

Nu Trimurjo — Semangat membangun media santri terus digaungkan melalui kegiatan Pra Harlah Media Pondok Lampung (MPL) yang digelar diPondok Pesantren Nurul Anwar Notoharjo pada Jumat, 15 Mei 2026, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

‎Mengangkat tema “Silaturahmi Media Santri, Menyatukan Gagasan Menguatkan Peradaban”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang belajar bersama antar media pondok pesantren di wilayah Trimurjo.

‎Acara dihadiri oleh beberapa pondok pesantren, di antaranya Pondok Pesantren An-Nur, Pondok Pesantren Nasrul Ulum, dan Pondok Pesantren Al-Mukhlis. Masing-masing pondok mengirimkan perwakilan peserta, dengan rincian 10 peserta dari Nurul Anwar, 7 peserta dari An-Nur, serta masing-masing 3 peserta dari Nasrul Ulum dan Al-Mukhlis.

‎Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Harlah MPL yang nantinya akan berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Qodiri. Selain itu, acara juga bertujuan untuk mensosialisasikan sekaligus mengedukasi pentingnya media di lingkungan pondok pesantren di era digital saat ini.

‎Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembahasan seputar dunia desain bersama Bapak Ki Bagus Alghozali dari MPL pusat. Materi yang disampaikan meliputi perbedaan antara seorang designer dengan sekadar “asal desain”, pembahasan designer vs artist, elemen-elemen desain, prinsip desain, pemilihan warna, penggunaan font, hingga dasar visual yang efektif untuk kebutuhan media pondok.

‎Tak hanya penyampaian materi, acara juga diisi dengan sesi sharing media antar pondok pesantren. Para peserta berbagi pengalaman mengenai perkembangan media di pondok masing-masing, mulai dari pengelolaan Instagram, TikTok, hingga website pondok pesantren.

‎Selain itu, muncul pula berbagai diskusi mengenai tantangan yang dihadapi media pondok saat ini. Beberapa pondok masih mengalami kendala dalam menjalankan media secara konsisten, baik karena keterbatasan sumber daya manusia, minimnya kemampuan desain dan editing, maupun kurangnya pengelolaan konten digital. Meski demikian, suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh antusias.

‎Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jaringan media santri di Trimurjo agar lebih aktif, kreatif, dan mampu menjadi sarana dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.

‎Melalui Pra Harlah MPL ini, para santri tidak hanya diajak memahami media sebagai alat publikasi, tetapi juga sebagai wadah menyatukan gagasan dan memperkuat peradaban melalui dakwah digital yang positif dan inspiratif.

Share:
Pembaca 0
Facebook Twitter Email Whatsapp