NU Trimurjo – Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN) Kecamatan Trimurjo menggelar pertemuan rutin guna mengevaluasi capaian program sekaligus memperkuat arah pengembangan TPQ/TPA di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan sejumlah capaian strategis. Hingga saat ini, lebih dari 20 TPQ afiliasi NU di Kecamatan Trimurjo telah berhasil mengantongi Izin Operasional dari Kementerian Agama.
Selain itu, sekitar 90 persen TPQ telah memiliki akun EMIS, sementara sisanya masih dalam proses pendampingan. Data ini menunjukkan keseriusan FKGN Trimurjo dalam membantu lembaga-lembaga TPQ agar tertib administrasi dan terintegrasi dengan sistem Kementerian Agama.
Ketua FKGN Trimurjo, Ustadz Juli Handoko, M.Pd., menegaskan bahwa FKGN berkomitmen menjadi wadah penguatan mutu lembaga pendidikan Al-Qur’an, baik dari sisi administrasi, kurikulum, maupun peningkatan kapasitas guru ngaji.
Salah satu program prioritas yang sedang disiapkan adalah penyusunan dan penerapan Kurikulum An-Nahdliyyah sebagai standar pembelajaran di seluruh TPQ binaan FKGN. Kurikulum ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terstruktur, berkesinambungan, dan memiliki kejelasan sanad keilmuan.
Ketua Divisi Pengembang Kurikulum dan Pengkaderan FKGN Trimurjo, Ustadz Abidin Muhamad, M.Pd., dalam pemaparannya mensosialisasikan metode An-Nahdliyyah serta mendorong setiap LPQ untuk mulai menyusun jadwal pembelajaran harian yang tidak monoton dan berakar pada tradisi keilmuan NU.
Selain itu, FKGN Trimurjo secara rutin mengadakan halaqah pengembangan guru ngaji sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
FKGN Trimurjo mengajak seluruh TPQ/TPA yang belum bergabung untuk segera menjadi bagian dari komunitas ini, guna mendapatkan pendampingan legalitas, EMIS, kurikulum, pengembangan guru, serta memperkuat silaturahmi di bawah naungan Nahdlatul Ulama.